Rabu, 21 Februari 2018

Lesehan Terapung Tirtajaya Jangari Cianjur


Pagi tadi saya masuk kerja agak siang jadi gak ikut apel pagi di kantor karena mandinya harus agak siang setelah ada matahari kata dokter yang memeriksa penyakit saya heheh cerita saya kemarin sakit dua minggu lamanya luama bingits tapi sekaran alhamdulilah berkat kekuasaan Alloh saya sehat lagi amin..., nyampe kantor kebetulan ada ceramah keagamaan biasa seminggu sekali setengah jam sebelum masuk kerja siraman rohani supaya kita kerja dapat di lancarkan, belum begitu lama ada telepon dari Ibu Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Kab. Cianjur bahwa hari ini akan ada kunjungan dari Duta Wisata Kab. Cianjur ke Wana Wisata Pokland akhirnya saya konsultasi ke pimpinan dan di sepakati saya berangkat duluan numpang mobil dinas pariwisata.


Sampailah kami di Wana Wisata Pokland setelah memberikan tentang semua hal yang ada di Wana Wisata Pokland dan para Duta Wisata Kab. Cianjur berselfie ria sampai jam 1.30 WIB, nah dari sini hal menarik yang akan saya bahas, setelah semuanya beres saya di tawari ikut oleh Ibu Kabid dan Pa Ridwan Dinas Pariwisata Kab. Cianjur untuk ikut ke arah lokasi wisata Jangari yang ada di utara Kab. Cianjur saya pun mengiyakan saja karena mau diajak makan (kalau urusan makan pasti semangat heheh), sampai dijangari kami di sambut pak haji pemilik dari Tirtajaya ternyata kami harus menempuh perjalanan dengan naik perahu khsusus mili Tirtajaya kurang lebih 10 menit namun ternyata pelanggan Lesehan Terapung Tirtajaya adalah para turis dari timur tengah hal itu terlihat jelas dari spanduk dan papan reklame yang banyak tulisan berbahsa arab, kami pun berangkat dengan tiga perahu menuju restoran terapung tirtajaya dan ternyata saya baru tahu keadaan di tengah-tengah waduk jangari tersebut sangat penuh dengan kolam ikan terapung milik warga sekitar maklum saya sebenarnya baru pertama kali naik perahu ke tengah-tengah wisata jangari.




Sampailah kami di Rumah Makan Lesehan Terapung Tirtajaya suasananya sangat mempesona dengan latar belakang waduk jangari dan kolam terapung se olah-olah kita berada di tengah-tengah laut, suasana didalam cukup bersih dengan latar hampir semua dekorasi di dominasi warna merah dengan kolam-kolam kecil berisi ikan-ikan koi yang seperti sudah hapal akan kedatangan kita ketika merapat ke kolam ikan-ikan itu langsung mendekat se olah-olah minta di kasih makan oleh kita, yang tak kalah menarik di pinggir bangunan mushola terdapat kolam kecil lengkap dengan tempat duduk dan pegangan terbuat dari kayu  terdapat kolam ikan untuk therapy saya tantang anda untuk mencobanya bertahan kaki didalam air 5 menit aja heheheh saya sendiri hanya sanggup bertahan kurang lebih 2 menit saja.




Tibalah saatnya makan-makan datanglah menu ikan bakar/goreng disertai cah kangkung dan karedok, sambal pun tersedia berbagai rasa ada sambal kecap, sambal cabai hijau, sambal jahe pokonya aneka sambal ada deh....  dan ternyata nasi nya sangat-sangat pulen ciri khas padi cianjur sampai-sampai saya dua kali nambah jadi malu sama bu kabid dan pa ridwan haduh.






Untuk harga emang lumayan berbeda dengan yang lain namun sepadan dengan citarasa dan view yang sangat indah, harga 1 Kg ikan berkisar Rp. 80.000,- s/d Rp. 90.000 dan berbeda tarif dengan wisatawan dari timur tengah tarif ikan per kilogram berkisar di Rp. 120.000,- s/d Rp. 130.000,- begitupun dengan tarif naik perahu untuk wisatawan lokal Rp. 20.000/orang atau Rp. 200.000/perahu sedangkan untuk wisman berkisar RP. 1.500.000,-/ perahu s/d Rp. 2.000.000,-/perahu. menuju ke Rumah makan lesehan terapung tirtajaya tidak lah sulit anda tinggal ikuti arah cianjur menuju jangari dengan petunjuk jalan yang terpang-pang besar memudahkan wisatawan untuk datang kesini.


Raut-raut wajah para peserta duta wisata terlihat sumringah bisa makan dengan suasana wisata air jangari  bercanda ria, ngobrol bareng berbagai pengalaman sesama peserta, namun sangat disayangkan putra dari temen kami teh okti owner dari www.tehokti.com dalam keadaan sangat demam mereka agak kerepotan mengurus fahmi walau berbagi sesekali dengan kang iwan suami dari teh okti, tapi semangat teh okti dan keluarga tidak berkurang sedikitpun salut saya sama keluarga yang satu ini semoga saja fahmi lekas sembuh ya nak.



Saya haturkan terimakasih untuk jajaran Dinas Pariwisata Kab. Cianjur terutama buat bu enung dang pa ridwan hormat saya tak terhingga untuk beliau-beliau ini dengan semangatnya mengangkat citra pariwisata Kab. Cianjur semoga maju terus ya bu amin.