Sabtu, 24 Maret 2018

Taman Trembesi Madiun


Madiun dengan segala gaya khasnya jawa timur ternyata menyimpan sejarah yang begitu banyak, dari mulai makanan, budaya, flora  yang sangat jarang kita temukan di tempat lain.
Hari rabu kemarin saya dapat undangan rapat bersama Dirut Perum Perhutani dalam rangka Employee Day di Pudikbang SDM Perum Perhutani Madiun dengan acara ramah tamah dengan seluruh jajaran perwakilan karyawan Perum Perhutani dan segenap jabatan di atasnya.

lihat videonya disini

Hari kedua acara beres sebelum dzuhur di kira saya akan sampe malam ternyata sebelum jam 12 sudah selesai padahal saya pesan kereta jam 9 malam akhirnya kami menunggu di kamar, namun secara kebetulan ada teman dari istri saya yang bekerja di madiun Ibu Singgih dan saya d ajak jalan-jalan untuk membeli oleh-oleh has madiun yaitu pecel dan brem satu lagi bluder cokro roti khasnya madiun yang sangat enak dan lembut, setelah beres beli oleh-oleh nya kami beranjak pulang lagi ke pusdik di tengah perjalanan saya di beritahu oleh bu singgih bahwa di depan Pusdik ada taman rekreasi bernama Taman Trembesi saya pun penasaran untuk menuju kesana.




Entah secara kebetulan atau bagaimana di sana saya ketemu bapak Administratur Perum Perhutani KPH Madiun yang menceritakan asal mula membuka Taman Trembesi ini.
Taman Trembesi asal mulanya adalah sebuah Tempat Pengumpulan Kayu Madiun yang di tumbuhi tanaman trembesi dan ilalang dan sering kena banjir di buka jbulan juli tahun 2017, di bangun dengan swadaya karyawan Perum Perhutani KPH Madiun dulunya hanya di sediakan tempat duduk saja dan belum di jadikan tempat wisata, lama-lama tempat ini mejadi arena berkumpul dan bermain yang pasti selfie lah heheheh anak-anak muda maupun orang tua di sekitar madiun, karena animo masyarakat begitu tinggi terhadap taman ini akhirnya di bangun secara perlahan dan sampai sekarang, menurut penuturan bapak ADM KPH Madiun.
Fasilitas yang terdapat di taman trembesi cukup lengkap untuk sebuah taman kota mulai dari tempat kuliner, paintball, Camping Ground, rumah pohon, arena pertunjukan, dan sarana outbond. yang cukuup unik sesuai namanya taman trembesi yang berarti banyak tumbuh disini dan umurnya sudah puluhan tahun yang lalu membuat suasana lebih adem.




Harga tiket masuk cukup bersahabat hanya Rp. 5.000,- sudah termasuk asuransi dan akses wifi gratis terjangkau untuk semua kalangan apalagi ciri khas jawa timur harga kuliner yang cukup murah dan yang menjadi pembeda dari tempat wisata lainnya di sini terdapat kayu jati dengan umur ratusan tahun hasil sitaan dari pencuri kayu di hutan lindung dengan kemasan yang nyentrik dan briliant saya kira bisa jadi pembelajaran bahwa alam jawa timur harus di pertahankan ke alamiannya.



Jika anda tertarik silakan mencoba kesini dengan akses yang sangat mudah sangat dekat dari stasion kereta madiun lagian dengan harga yang murah anda akan di manjakan dengan suasana adem pohon trembesi bahkan mungkin ada tertarik ingin membeli kayu jati silahkan datang kesini karena di sebelah taman trembesi terdapat Tempat Penimbunan Kayu Peum Perhutani KPH Madiun.