Sabtu, 21 Juli 2018

Pantai Sawarna Banten Tidak Kalah Dengan Pantai Bali Atau pantai Phuket Thailand


Provinsi Banten dulu adalah bagian dari Provinsi Jawa Barat yang memisahkan diri menjadi provinsi baru, dulu saya sendiri sempat meragukan kelayakan Banten menjadi sebuah Porvinsi namun setelah saya menelusuri sebagian luas Banten dan aneka budaya dan pesona alamnya, menurut saya sekarang sangat layak karena apabila masih dalam pengelolaan Jawa Barat kemajuan daerah nya lebh sulit karena bersaing dengan kabupaten lainnya di jawa barat.
Banten yang terkenal akan budaya debus dan tradisi masyarkat adat Baduy mempunyai karakteristik sendiri dan tidak sama dengan daerah lainnya d jawa barat, gaya bahasa, budaya dan adat istiadat khas suku sunda dan ada perubahan ketika kita memasuki wilayah banten yang sudah mendekati jakarta.
lihat video nya disini (jangan lupa like n subscribe ya heheheh)

Kali ini saya mengunjungi pantai yang sangat keren dan terkenal di banten selatan, bahkan di indonesia pantai ini mulai populer, pantai sawarna terletak di di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. saya tidak tahu pasti sejarah asal muasal pantai ini karena hanya berliburdi sana selama satu hari itupun dipotong dengan perjalanan namun bagi anda yang penasaran ada sedikit referensi seperti dikutip dari https://saung.net  "Sejarah kata “Sawarna” sebenarnya ada dua versi, yang akan kita bahas satu persatu : Sejarah ini bermula pada tahun 1907, ketika Indonesia masih dijajah. Seorang Pria dari Belanda yang bernama Jean Louis membuka sebuah perkebunan kelapa sawit seluas 54 hektare. Perkebunan tersebut terletak di sekitar pantai Ciantir dan Tanjung Layar. Karyawan yang bekerja kebanyakan berasal dari luar daerah Banten. Seiring berkembangnya zaman dan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, terbentuklah sebuah komunitas bernama Sawarna. Perbedaan logat dan dialek yang terdapat pada komunitas mengakibatkan kata Sawarna disalah artikan. Dari nama Sawarna, menjadi kata “Sorana” yang berarti Suaranya." read more
Pantai sawarna membentang panjang dan yang saya kunjungi adalah pantai tanjung layar karena penasaran oleh teman yang menceritakan ada pantai yang mirip pantai phuket thailand, saya pikir ngapain jauh jauh ke luar negri kalau di sekitar ada tempat yang bagus (padahal itu salah satu alasan belum mampu ke luar negri heheheh ).











Batu karang yang menjulang dua di pantai menyisakan tanya apakah dulu nya sisa-sisa pengerukan atau bagaimana yh pasti ada dua karang yang keren di tengah pantai, sayangnya waktu kesana masih air pasang sehingga tidak bisa mendekat kesana.
Kuliner nya cukup mantap dan murah, deburan ombak membuat irama alam yang indah sambil minum es kelapa muda haduh jadi lupa pulang. untuk penginapan sangat banyak tapi jangan coba-coba di hari libur atau hari besar ke agamaan semua hotel, penginapan dan home stay penuh dan terjadi ke saya heheheh sampai harus nginep di bayah sekitar 20 Km dari sawarna.
Akses kesini cukup baik jalan nya masih baru namun harus hati-hati, menuju pantai sawarna karena banyak tanjakan dan jalan menurun yang ekstrim dan bisa dilalui via banten atau via sukabumi-palabuhan ratu - pantai sawarna.
Kalau kondisi uang belum cukup ke phuket coba aja kesini ya ......