Rabu, 05 Desember 2018

Menyingkap Keberadaan Candi Tridarma Cipanas Cianjur


Setelah sekian lama saya mendengar keberadaan candi di daerah cipanas membuat saya penasaran untuk mengetahui lebih dalam karena menurut pemahaman saya tidak ada sejarah yang menuliskan tentang keberadaan candi di wilayah cianjur, kecuali situ megalitikum gunung padang yang lebih tua dari sejarah candi karena menurut data yang ada hasil uji karbon  sekitar 10.000an SM dan kalau pengujian itu benar berarti situs gunung padang adalah situs tertua di dunia seperti dilansir tirto.id
Kembali lagi ke Candi Tridarma terletak di Desa Sukatani Kec. Cipanas Kab. Cianjur hanya 20 menit dari jalan raya cipanas-puncak akses jalan yang cukup bagus dan kesejukan khas kota cipanas, saya tidak cukup sulit untuk menemukan candi ini karena mbah google sudah mengarahkan saya ke tujuan yang akan saya tuju, berangkat dari rumah sekitar 9.30 WIB sambil nyari tempat untuk sarapan pagi (maklum saya di cianjur ngekost heheh owh padahal saya sudah ulas sebelumnya).  di sekitaran pom bensin panyaweuyan setelah beres baru saya lanjutkan perjalanan yang menurut mbah google sekitar 8,3 Km lagi atau 30 Menit perjalanan dan akhirnya setelah mengikuti petunjuknya sampailah saya di lokasi candi tridarma.




Kebetulan pas saya sampai belum banyak pengunjung yang datang dan saya kebingungan karena pintu masuk nya di gembok dan setelah saya ketok-ketok muncul ibu-ibu mempersilahkan masuk dengan membayar Rp. 5.000,- sayapun langsung bayar walau tanpa tiket, luas candi Tridarma kurang lebih 0,5 Ha dipenuhi kebun sayuran dan tepat di sebelah belakang berdiri kokoh gunung gede pangrango, perkiraan saya candi tersebut dipenuhi arca tapi ternyata arca nya malah tergeletak begitu saja di bawah tangga untuk naik dan kepalanya hilang, suasana yang cukup adem dengan pemandangan yang indah tak luput saya dokumentasikan dengan berselfie ria di temani oleh si Spark drone nya DJI yang setia d bawa kemana-mana.
lihat videonya disini

Sebelum pulang saya mulai menyelidiki data-data keberadaan candi ini dan setelah saya turun kebawah ternyata candi ini tidak seperti yang di bicarakan banyak orang berusia puluhan tahun tapi ternyata menurut penuturan ibu yang jaga yang tidak menyebutkan namanya sebenarnya ini bukan sebuah candi tapi tempat peribadatan pribadi yang di bangun pada tahun1995 namun sebelum candi ini selesai keburu di hancurkan oleh sebagian warga yang entah dari daerah mana, pantas saja banyak arca yang berserakan dan patah-patah, setelah mendengar penuturan ibu tersebut saya balik lagi melihat kondisi tepat di bawah candi tersebut dan ternyata betul candi di buat untuk peribadatan biasa karena bagian bawah nya kosong dan belum selesai.




Sangat disayangkan bangunan ini banyak tulisan corat coret padahal untuk lokasi wisata cukup bagus hanya untuk sekedar selfie dan foto-foto biasa, apakah anda penasaran datang aja ya .....