Senin, 21 Januari 2019

Miris!!! Lika Liku Kehidupan Anak Punk Jadi Pengamen Biar Bisa Makan



Kehidupan anak punk memang masih memiliki pandangan negatif dalam masyarakat, karena dianggap sebagai sebuah kelompok remaja yang menyeramkan dan tidak memiliki kehidupan yang jelas. Gaya hidup kaum punk dinilai sangat bebas dan sering melanggar aturan, sehingga dianggap meresahkan masyarakat. Namun, dibalik itu semua, anak punk sebenernya memiliki kehidupan yang keras, karena mreka pun harus berjuang untuk bertahan hidup.
Punk adalah sebuah kultur yang terbentuk karena adanya pola pikir yang bertentangan dengan norma yang ada, kelompok anak punk sering merasa kehidupan itu tidak adil kepada mereka. Nyatanya, kehidupan anak punk hanyalah sekolompok anak-anak yang masih belum menemukan jati diri mereka sendiri. Sehingga mereka mudah terpengaruh oleh teman-teman sebaya mereka yang telah bergabung menjadi anggota komunitas punk lebih dulu.
Anak Punk di Kota Bandung
Saat ini, fenomena kehidupan anak punk telah menyebar ke kota-kota besar di seluruh Indonesia. Hal ini dikarenakan anak-anak punk itu sering berpindah-pindah lokasi dari satu kota ke kota lainnya. Sama seperti di kota-kota lainnya, anak punk di kota Bandung juga menjadi masalah sosial yang dianggap mengganggu. Di beberapa sudut kota Bandung, terutama saat malam hari sering terlihat gerombolan anak punk yang sedang bergerombol.
Keberadaan mereka di kota Bandung tentu akan bisa membuat citra kota Bandung menjadi buruk terutama di mata wisatawan. Pandangan negatif masyarakat terhadap anak punk yang selalu melanggar aturan bisa memberikan kesan yang tidak aman dan membuat situasi yang tidak nyaman. Oleh karena itu, perlu diadakan penertiban anak punk agar masyarakat tidak merasa terganggu dengan kehadiran mereka.
Jadi Pengamen Agar Bisa Makan
Dibalik penampilan kaum anak punk yang nyentrik, utarakan dan terlihat lusuh sebenarnya terdapat cerita hidup yang belum tentu diketahui oleh orang lain. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak yang merasa bahwa, mereka tidak diterima di lingkungan mereka. Karena merasa terbuang mereka memutuskan untuk menjalani kehidupan di jalan bersama kelompok mereka. Karena tak memiliki tempat tinggal mereka sering tidur di emperan toko atau di trotoar.
Sebagian mereka banyak yang menjadi pengamen untuk mendapatkan uang. Anak punk pengamen di Bandung sering beraksi disetiap pemberhentian lampu merah, berharap ada yang memberikan sedikit uang agar bisa membeli makan untuk bertahan hidup. Miris, itulah kata yang tepat untuk kehidupan yang mereka jalani. Namun tak jarang pula sebagian dari mereka yang melakukan tindakan kriminal untuk mendapatkan uang. Hal inilah yang membuat citra anak punk menjadi negatif.
Mereka Perlu Bimbingan dan Pembinaan
Tak semua kehidupan anak punk memiliki sifat yang buruk. Masih ada dari mereka yang memiliki sifat yang baik, sama seperti kita semua. Memang tak bijak rasanya jika kita mencap semua anak Punk itu buruk. Meskipun terlihat urakan, komunitas ini ternyata memiliki sisi baik yang jarang diperhatikan oleh orang. Sebagian dari mereka memiliki bakat dan kreatifitas seperti pandai bermain musik atau pandai membuat seni graffiti.
Karena itulah, alangkah baiknya bila pemerintah membuat suatu program bimbingan dan pembinaan untuk anak punk di Bandung, agar mereka bisa menemukan jati diri serta bisa menyalurkan bakat dan kreatifitas mereka ke arah yang lebih baik dan bisa memiliki masa depan yang cerah. Kita sebagai masyarakat juga tidak perlu merasa takut atau terganggu dengan kehadiran mereka disekitar kita.
Sejatinya, setiap orang memang berhak menjalani kehidupan sesuai dengan kemauannya dan kita tidak berhak untuk mencampuri urusan orang lain. Begitu pula dengan kelompok anak punk itu, selama kita tidak mengusik mereka dan mereka tidak mengganggu kita, maka kita bisa hidup berdampingan dengan mereka dan menghargai kehidupan anak punk disekitar kita.


EmoticonEmoticon