Kamis, 17 Oktober 2019

JUNIPER (Julid, Nyinyir dan Baper) Ala Sandiaga Uno

Sumber : Screenshot Chanel Youtube Deddy Corbuzier

Hari ini saya dapet pelajaran terbaik dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya, jadwal saya harusnya  chekup ke dokter Cathrine Sukabumi beliau adalah dokter yang menangani penyakit sirosis saya namun karena sesuatu hal akhirnya saya tidak jadi chekup dan hanya tiduran dirumah saja, di sela-sela istirahat saya iseng-iseng buka aplikasi sejuta umat miliknya rakyat di seluruh dunia apalagi kalau bukan "Facebook" setelah sekian lama buka-buka muncul acountnya Dedi Corbuizer pesulap serba bisa dan didalamnya ada video wawancara dengan Pak Sandiaga Uno mantan Cawapres Republik Indonesia dan Wakil Gubernur Jakarta dengan sedikit malas saya buka link video tersebut ( jujur sebelum lihat video ini saya tidak terlalu menyukai Pak Sandiaga mungkin karena saya kurang banyak membaca literatur tentang beliau) dengan tema pembicaraan kasus penusukan Pak Wiranto Menkopolhukam Republik Indonesia.
Di pembuka  Video youtube  tersebut ada cuplikan pembicaraan Pak Sandiaga yang mengatakan kurang lebih begini "Menkopolhukam Loh Bro..." kalimat tersebebut keluar dengan lugasnya tersirat bahwa Pak Sandiaga sangat menghargai orang siapa dia dibandingkan orang lain, kalimat sederhana tapi mengandung arti yang sangat dalam sebegitu tingginya nilai humanitas beliau.  Balik lagi kejudul diatas nah pembahasana ini yang akan lebih menarik dan jujur saya baru pertama kali menulis tentang perilaku orang kesohor maklum daku blogger desa heheheh, setelah sekian lama pembicaraan antara Pak Sandiaga dengan Host Dedi Corbuizer munculah kalimat "JUNIPER" atau menurut Pak Sandiaga artinya Julid, Nyinyir dan Baper, kalimat ini muncul ketika ditanya bagaimana sikap Pak Sandiaga terkait kasus penusukan Pak Wiranto menurut beliau sekarang ini menyikapi perilaku masyarakat dan medsos yang begitu masif kita harus menjauhkan diri dari perilaku Julid, Nyinyir dan Baper atau "JUNIPER" kenapa hal ini menarik untuk saya bahas ? karena dewasa ini melihat perkembangan berita di media cetak atau Televisi Nasional apalagi di medsos nyinyir, julid dan baper menjadi hal biasa untuk di pertontonkan baik oleh penguasa maupun masyarakat biasa se olah tidak ada rasa malu sedikitpun apalagi oleh pemuka agama yang seharusnya memberikan contoh yang baik untuk masyarakat dan di pertontonkan secara live oleh beberapa  TV Nasional kasus terbaru adalah perseteruan antara anggota dewan yang lebih muda dengan pengamat yang lebih tua, mungkin degradasi moral sedang melanda semua lapisan masyarakat indonesia siapa yang salah ? saya tidak tahu pasti mungkin akan berpariatif pendapat anda tergantung sudut pandangnya masing-masing.
Saking tertariknya tentang content video tersebut sampai di putar berulang-ulang, yang paling menarik adalah penjelasan dar Pak Sandiaga Salahuddin Uno yang selama ini tidak muncul di saluran tv nasional ternyata beliau sungguh berhati-hati untuk mengeluarkan statement, seorang pengusaha muda ambisius tapi menggunakan agama sebagai pijakan untuk bertindak dan bertutur kata sangat super sekali, percakapan ala anak muda sekarang anatara Pak Sandiaga dengan Bang Dedi sungguh menarik kalimat lu gua yang sesekali terlontar dan selang-seling antara bahasa indonesia dan bahasa ingrris sungguh unik.
Biar kalian lebih jelas silahkan buka link video nya disini.....
Dari semua pembahasan dia atas saya dapat menyimpulkan bahwa berkata-kata dengan jemari di media sosial butuh hati yang bijak supaya kita tidak terperosok kena UU ITE, kalau falsafah saya "Jauhi Piomongeun Dekati Piduiteun" sekarang kayanya sangat layak menggunakan JUNIPER untuk bermedsos.
        

add your comment
EmoticonEmoticon